Membedakan Madu Asli dan Palsu

Membedakan madu asli dan palsu dapat dilakukan dengan cara manual atau dengan menggunakan alat laboratorium. Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, medu lebih kental dan manis yang dihasilkan oleh lebah madu dari mektar bunga. Rasa manis pada madu disebabkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa yang memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula.  Madu palsu atau madu tiruan adalah larutan yang menyerupai madu yang dibuat untuk keuntungan produsen. Madu palsu dibuat tanpa pertolongan lebah atau menggunakan gula selain nektar bunga. Madu sintetis (artificial) adalah madu yang dibuat secara sintetis oleh manusia bukan oleh lebah atau gula yang dihasilkan dari selain nektar bunga.

Kandungan nutrisi yang membedakan madu asli dan palsu yang terkandung dalam madu terutama fruktosa sekitar 38,5% dan glukosa 31,0%. Secara analisa kandungan nutrisi dalam madu antara:
Fruktosa 38,2%
Glukosa 31,3%
Maltosa 7,1%
sukrosa 1,3%
Gula paling tinggi hanya 1,5%
abu ( analisa kimia) 0,2%
lainnya 3,2%

Madu asli banyak memiliki khasiat yang baik untuk tubuh anda serta kesehatan anda, seperti madu dapat mengobati berbagai enyakit ringan dan menjaga metabolisme tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

Madu palsu umumnya mempunyai warna yang sama dengan madu asli. Karena itu, bagi orang awam sulit untuk membedakan antara madu asli dan madu tiruan. Jenis madu sintetis yang beredar diantaranya madu melon, labu, semangka dan kurma. Sejak lama, madu palsu telah banyak diproduksi orang yaitu dengan cara mencampur glukosa dengan gula pasir, buah, flavour serta zat warna. Di laboratorium madu palsu akan mudah dikenali berdasarkan analisis kandungan HMF (5 hydroxy-methyl furfural) dengan jumlah maksimum 3mg/100gr, aktivitas enzim diastase minimal 5 serta rasio kandungan kalium (K) dan natrium (Na) dalam madu asli sekitar 4,0 sedangkan madu palsu 0,05-0,1.

Tiga kategori pemalsuan madu yang dapat kita waspadai untuk membedakan madu asli dan palsu antara lain:

1. Pemalsuan yangdu yang dilakukan dari segi jumlah. Pemalsuan ini dilakukan dengan menambahkan peroduksi madu asli dengan madu pelsu. Seperti menambahkan gula atau madu buatan yang harganya relatif lebih murahdan kemudian diaduk hingga merata. Pemalsuan madu ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah madu asli dengan menambah madu palsu atau bahan lain seperti fruktosa sintetis, glukosa sintetis , sirup, dll. Contoh kasus 20% madu asli dan 80% lagi madu buatan atau gula sintetis, baka jadilah madu itu menjadi madu palsu.

2. Pemalsuan madu yang dilakukan dari segi mutu. Pemalsuan yang dilakukan dengan cara mengubah kadar air madu yang tadinya tinggi lalu diturunkan dengan pemanasan sehingga tidak dapat membedakan madu asli dan palsu. Kadar air pada madu memiliki hubungan yang signifikan dengan mutu madu. Orang yang memalsukan madu biasanya memiliki madu dengan kadar air yang tinggi (22-30%) yang kemudian dilakukan pemanasan suhu tinggi untk mengurangi tingga kadar air yang ada dalam madu tersebut.

3. Pemalsuan madu yang dilakukan secara menyeluruh. Pemalsuan madu dilakukan dengan mengklain “asli” padahal sebenernya 100% buatan manusia dengan menyerupai sifat-sifat madu. Jadi bukan tersebut bukanlah madu yang berasal dari lebah dengan komposisi aslinya dari lebah tersebut. Madu tersebut merupakan madu buatan semuanya / 100% palsu bukan dari lebah melainnya hanya buatan tangan manusia, sehingga komposisi kimia yang terkandung di dalamnya merupakan komposisi yang “diada-adakan” dan tidak tahu cara membedakan madu asli dan palsu.

 

Gambar perbedaan madu asli dengan madu palsu

Cara lama untuk membedakan madu asli dan palsu, yakni :

1. Dengan meneteskan madu pada selembar kertas tipis/kertas koran. Madu palsu akan dengan mudah terserap oleh kertas koran karena kandungan airnya tinggi. Sedangkan madu asli tidak akan membuat kertas robek/basah.

2. Dengan mengocoknya. Madu asli akan membentuk gas atau uap air jika dikocok.

3. Madu palsu biasanya memiliki pH 2,4-3,3 atau diatas 5. Sedangkan madu asli mempunyai pH 3,4-4,5

4. Dengan dibakar diatas sendok. Bakar bagian bawah sendok dengan menggunakan api atau lilin. Apabila madu tersebut asli maka madu akan mendidih hingga busanya tumpah dari sendok. Sedangkan madu palsu meskipun madu mendidih namun busa tidak akan tumpah keluar dari sendok.

5. Dengan menggunakan segelas air. Madu asli akan langsung jatuh ke dasar gelas dan tetap terlihat berkumpul atau dengan kata lain madu asli tidak dapat bercampur dengan air.

6. Dengan menggunakan korek api untuk membedakan madu asli dan palsu. Maukkan batang korek kedalam madu selama beberapa saat. Ambil batang korek lalu nyalakan dengan api. Apabila madu itu asli maka batang korek akan tetap menyala namun apabila madu itu palsu maka batng korek tidak akan dapat menyala.

Bila anda penderita diabetes melitus (DM) yang sudah berpengalaman meminum madu akan dapat merasakan madu murni dan madu palsu. Bila setelah anda meminum madu badan anda menjadi segar kembali sama seperti orang sehat yang habis meminum teh manis, itu menandakan bahwa badu yang baru saja diminum adalah madu yang murni dan asli. Apabila anda meminum madu yang tidak alami anda tidak akan merasakan segar namun anda tetap akan loyo bahkan akan bertambah loyo dalam artian gula atau madu palsu tidak bisa diubah menjadi tenaga namun justru malah mencemari tubuh anda.

Itulah penjelasan bagaimana cara anda untuk membedakan madu asli dan palsu. Selamat mencoba dan anda tidak tertipu dengan madu palsu yang banyak beredar saat ini.


=====================================

>>> Madu Zein Berasal dari 100% Madu Murni Hutan Riau Untuk Menjaga Kesehatan dan Kondisi Tubuh, Mengoptimalkan Kerja Jantung, Menambah Nafsu Makan, dan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Serta Menyembuhkan Beberapa Macam Penyakit!, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Madu Asli and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>